Tidak terasa 2 tahun begitu cepat berlalu. Si akang alhamdulillah sudah selesai s2nya, surat-surat pindah sekolah anak-anak sudah beres, barang-barang sudah masuk koper, dan tiket pulang ke tanah airpun sudah ditangan….

Melihat kembali apa yang kami alami selama di norwegia, rasanya seperti mimpi…🙂

Banyak sekali pengalaman berharga yang kami dapat selama merantau ini.

Si akang tidak sekedar mendapatkan gelar master, tapi mendapatkan pengalaman hidup dan belajar di luar negeri….. Selembar Ijazah dapat rusak oleh waktu, sedangkan pengalaman hidup itu tak lekang oleh waktu.
Si akang sudah berhasil mewujudkan impiannya untuk menuntut ilmu di negeri viking yang semoga bisa bermanfaat dunia akhirat dan menjadi inspirasi/motivasi untuk kedua buah hati kami agar mereka tak pernah ragu untuk meraih impian… Aamiin

Anak-anak belajar bahasa baru dan bertemu teman baru.
Masih jelas dalam ingatan saya bagaimana si kakak tetap semangat bersekolah setiap hari walau belum mengerti sepatah katapun yg gurunya sampaikan, atau bermain dengan teman terpaksa pakai bahasa tarzan🙂. Atau ketika harus berjalan 1,2km ke sekolah sendirian , saat diluar masih gelap, ditengah suhu -19 derajat, dengan salju tebal dan tas yg berat.

Si adek pun awal-awal masih gak pede, masih sungkan ama bu gurunya, masih bingung kalo makan makanan orang norway yang menjadi makan siang di sekolah (eh gak dikasih sendok lho ma.. Makannya pake garpu … Hehe).

Tapi rupanya fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi yg akhirnya bisa membuat mereka survive disini. Tidak terduga lama-lama bahasa norsk (bahasa norwegia) mereka semakin lancar, tak jarang mereka menjadi penerjemah saya setiap ada surat atau pengumuman dalam bahasa norsk. Makin banyak teman baru, makin pede jika bertemu orang, dan menjadi pribadi yang kuat, mandiri, penyabar, tidak mudah mengeluh dan tidak suka merengek.
Mereka menjadi anak-anak yg menyukai aktivitas outdoor, mereka suka traveling, main ski, hiking, kayaking dan stamina pun menjadi lebih tangguh. Mereka jarang sakit selama di norwegia, kalaupun pernah sakit tidak pernah sampai minum antibiotik dan nebulizer yang saya bawa dari tanah air pun sukses menganggur di pojok lemari.

Di rumahpun mereka jadi lebih mandiri dan banyak membantu saya mengerjakan pekerjaan rumah. Mereka menjadi terampil untuk merapikan mainan, mencuci piring, membereskan tempat tidur dan melipat pakaian yg telah dicuci.

Untuk saya sendiri, selain saya punya segudang cerita untuk cucu saya nanti🙂, saya juga belajar untuk membagi waktu dengan lebih baik antara membersihkan rumah, memasak, mengurus keluarga dan tentu saja menikmati ‘me time’, hehe
Saya belajar untuk lebih mandiri dan menerima pekerjaan ibu rumah tangga ini dengan ikhlas. Harus saya akui, sebelum kesini “I was young, selfish and ambitious on my career”. Sekarang….ya tetep “young” dong ya kan umurnya masih 20an (hehe) tapi yg jelas saya merasa tidak egois dan ambisius untuk karir saya sebagai dokter gigi. And I feel happy…. Much much happier than I was before…. 2 tahun telah merubah pola pikir saya, tujuan hidup saya, attitude saya, dan saya belajar untuk menjadi ibu dan istri yg lebih baik dan lebih dekat dengan keluarga.

Sebagai keluarga kami lebih solid, lebih kokoh, kami sekarang punya goal yg baru… Bukan cita-cita sendiri-sendiri lagi, tapi cita-cita bersama. Kami bersama-sama telah mengunjungi tempat-tempat baru yg tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dalam 2 tahun terakhir kami telah menjelajahi 12 negara dan 25 kota di benua eropa yang dahulu cuma kami lihat dari internet dan buku-buku lonely planet. Kami belajar melihat dunia dengan lebih terbuka, melihat perbedaan sebagai sesuatu untuk dimengerti bukan untuk dihakimi.

Keputusan kami 2 tahun yg lalu untuk mewujudkan impian kami, meninggalkan comfort zone dan merantau pada growth zone ini merupakan salah satu keputusan paling berani dan terbaik yg telah kami buat.
Dan pengalaman ini telah memberikan kami fondasi yang kuat untuk kembali ke tanah air.
Sekarang saatnya kami pulang, berbakti pada nusa dan bangsa serta mendaki gunung yang baru di tanah air tercinta.

Dan mengutip tulisan Paulo Coelho
“Tell everyone that it’s possible, and other people will then have the courage to face their own mountains.”

Trondheim, Juli 2013

20130728-224103.jpg

Tagged:

14 thoughts on “

  1. honnihonning 29 Juli 2013 pukul 09:03 Reply

    Hi Ven, ga terasa yah sdh 2thn di Trondheim, wahh seru bgt pengalamannya..Welcome back to Indo😉 tahun ini aku mau menikah dan awal tahun depan insyaAllah akan memulai hidup baru di Norway, thanks for your sharing😉

    • verininta 29 Juli 2013 pukul 11:20 Reply

      Terima kasih hen… Sukses buat acaranya big daynya yaaa

      • honnihonning 29 Juli 2013 pukul 12:12

        Thank you yahhh ven😉 terus update blog yah meskipun uda di Indo😉

  2. Dyta Hapsari 29 Juli 2013 pukul 11:17 Reply

    Veniiiiii aih aku merinding disko bacanya… salut dan jg iriii hihihihi tp ga yakin jg sih sanggup ga ngejalanin yg ky Veni & keluarga jalanin.. welcome back to Indo Ven, your experience sure will make you stronger and tougher here hihihi

    • verininta 29 Juli 2013 pukul 11:19 Reply

      Dytaaaaaa…. Thank you yaaaaa

  3. ummiroyyan 2 Agustus 2013 pukul 13:19 Reply

    T_T

  4. Ulumit 13 Agustus 2013 pukul 13:03 Reply

    Mbak Ve, sukaaaa banget bacanya, merinding, pengen nangis…

    Aku pingin ke norwegia, sangat kepengen. Insyaallah akhir tahun ini aku menikah dan (semoga lolos beasiswa) pingin sekolah tahun depan. Kebayang manfaat yang bisa diambil seperti yang Mbak Ve ceritakan.

    Doakan aku ya, Mbak. Salam Kenal🙂

    • verininta 13 Agustus 2013 pukul 23:30 Reply

      Terima kasih sudah mampir ke blog saya. Salam kenal jugaaaa
      Semoga tercapai keinginan dan dimudahkan jalannya yaaa…. Semangaaat….🙂

  5. diani 2 Januari 2014 pukul 21:23 Reply

    Salam kenal Mbak Ve,
    Suka banget baca2 blognya. Keliatan banget kalo mbak itu orangnya penuh semangat dan selalu positive thinking. Salut!!

    Btw, maaf kalo bole nanya, apakah selama di eropa pernah mendapat perlakuan diskriminatif terkait hijab yg mbak kenakan. Krn saya bbrp kali membaca ttg hal itu, jd agak ragu mengunjungi eropa. Pls share your experience yah, would love to hear from someone with positive way of thinking, like you.
    Thanks🙂

    • verininta 3 Januari 2014 pukul 13:09 Reply

      Hallo mba diani,
      Terima kasih udah mampir ke blog saya..salam kenal yaaa… Mudah2an tulisan saya bisa bermanfaat ya, hehehe

      Alhamdulillah sampai saat ini belum pernah dapet diskriminasi krn hijab yg saya gunakan. Bahkan seringnya dapet kemudahan dan bantuan dari saudara sesama muslim dari negara lain. Heehe

      Mungkin memang ada kejadian2 diskriminasi yg dialami orang lain, tapi tak perlu khawatir.. Karena orang baik itu masih ada dimana-mana… Dan yg perlu diingat adalah “we cannot control the actions of other people, but we can control how we behave” , jadi kalau ada yg berbuat diskriminatif kepada kita, itu adalah masalah dia yg masih berpikiran sempit, dan yg bisa kita lakukan adalah mengatur perbuatan kita sendiri dan selalu berusaha berbuat yg terbaik dan melihat sisi positifnya dalam kondisi apapun.

  6. kumiskecil 6 November 2015 pukul 07:56 Reply

    Hai mba Ve,

    Mau tanya ya tentang living in Norway, kebetulan suamiku akan meneruskan sekolahnya juga, insya Allah.
    Untuk tempat tinggal, ada tips dan trik kah mba untuk dapetin tempat tinggal keluarga? 😁

    Terima kasih yaa

    • verininta 9 November 2015 pukul 14:05 Reply

      hai hai juga… maaf baru sempet respon… aku udah jarang ngurus ini blog hehehe
      tempat tinggal buat keluarga yg murah meriah tapi layak itu terbatas jadi rebutan sih emang… harus cepet2an..dan banyak berdoa…hehehe….
      eh suaminya ke norwaynya untuk s2 atau s3?

      • kumiskecil 13 November 2015 pukul 09:28

        Hihii iya mba Ve ga apa 😊

        Suamiku S2 kok mba, tapi kami agak bingung karena udah utak atik internet tapi ga ada clue buat cari tempat tinggal keluarga di trondheim hehehe

        Mau dong mbaa kalo ada bocoran tempat murah meriah layak huehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: