Yang harus dilakukan di bulan pertama di Norwegia:

Akhirnya tanggal nov 2011, sampailah saya dan anak-anak di Trondheim….. Setelah 3 hari beres-beres barang, saya beserta anak-anak memberanikan diri mengurus berbagai urusan imigrasi dan sekolah tanpa ditemani suami yang lagi sibuk-sibuknya kuliah dan pusing belajar gara-gara bentar lagi ujian… Hihihi. Akhirnya dengan berbekal google map, buku jadwal bis , bekal makan siang (ini penting banget ya apalagi bawa anak-anak,bekalnya juga nasi goreng telur ama abon sapi biar gak masuk angin,indonesia sekali.. hihihi) dan tentu tekad yg bulat pergilah saya naik bus ke sentrum. Yang perlu dilakukan sebulan pertama antara lain:

1. Lapor ke kantor polisi
Dalam waktu 7 hari kami harus melaporkan kedatangan ke kantor polisi distrik Sør-Trondelag. Dari sentrum (atau tengah kota) untuk ke kantor polisi saya dan anak-anak naik bus no 46 jurusan pirbadet dan turun di Trondheim Sentralstajhon. Dari sana kita tinggal jalan sedikit ke gedung yang ada tulisannya POLITI. Masuk terus ambil no antrian. Dan menunggu…. terus menunggu lagi, dan menunggu lagi…. Hehehe….ampe akhirnya ketemu petugas bagian imigrasi. Sama petugas passport kita di ambil dan saya diberikan surat pengantar untuk tes TBC. Nah nanti kita harus balik lagi nih minggu depannya untuk ambil passport yg udah ada resident permit alias ijin tinggal .

Tahun 2011 resident permitnya masih dalam bentuk stiker yg ditempel di passport, kalo tahun 2012 resident permitnya berupa kartu segede SIM Indonesia. Dan di tahun 2012 untuk memperpanjang resident permit udah bisa gak pake acara nunggu lagi, tapi bisa booking appointment di website UDI, jadi tinggal datang sesuai tanggal dan jam yg kita mau.

2. Tuberculosis Examination
Berbekal surat dari petugas immigrasi di kantor polisi, besok harinya pergilah saya dan anak-anak untuk tes TB.  Tes ini wajib dilakukan oleh pendatang yg berasal dari negara-negara with a high incidence of TB…Salah satunya indonesia ya😦 (yah sudahlah) dan surat tanda bebas TB juga dibutuhkan saat mendaftar sekolah.

Tempat buat tes TBnya di Trondheim Health Board, Erling Skakkesgt.40
Dari sentrum saya dan anak-anak tinggal jalan. Nanti setelah di suntik kita harus balik lagi ke Trondheim Health Board dalam waktu 72jam untuk melihat hasil tes mantouxnya. Setelah keluar hasilnya, kita akan diberikan pengantar untuk foto X-ray di Rumah Sakit St Olav.
Dan untuk anak-anak diberikan surat bebas TBC untuk daftar sekolah… Yipiieeee

3. X-ray di St Olav hospital
Nah foto X-ray ini mandatory atau wajib apapun hasil tes mantouxnya. Jadi walaupun hasilnya tes mantoux negatif, tetep aja kita kudu foto rontgen. Kecuali pada anak-anak, kalo hasil tes mantouxnya negatif anak-anak gak perlu foto rontgen. Nah kalo orang dewasa surat keterangan bebas tbcnya baru diberikan setelah foto rontgen nya hasilnya negatif tb…

4. Daftar Sekolah
Setelah dapat surat keterangan bebas TB, saya bisa mendaftarkan anak-anak ke sekolah.

Untuk Naira yg sudah SD, saya cari infonya ke Åsvang Skole (karena sekolah ini yg paling dekat dengan tempat tinggal kami nantinya) dari sentrum saya naik bus no 66 turun di Åsvang Skole. Disana cuma diminta tanggal lahir  ama nunjukin surat bebas TBC dan mereka bilang dalam 2 minggu akan ada yg menghubungi. Karena naira belum bisa bahasa Norsk (bahasa norwegia) maka naira akan masuk ke sekolah persiapan dimana nanti akan diajarkan bahasa norsk dengan intensif.

Eng.. Ing… Eng….. Setelah 2 minggu datanglah kabar lewat telp dari sekolah kalo naira akan di tempatkan di Saupstad Skole selama setahun untuk belajar bahasa Norsk dan tahun depannya baru masuk ke Åsvang Skole. Karena tempat tinggal kami cukup jauh dari Saupstad Skole maka pihak sekolah sudah menyediakan transportnya berupa taxi yg siap mengantar jemput setiap hari selama setahun disana… Dan taxinya gratis.. tis…, tis…. (huhuhu jadi terharu) ehehee maklumlah biaya bis buat saya mahal booooo🙂. Ohya semua public school di Norway gratis lho yaaa…hanya sekolah international aja yg bayar.

Untuk yusuf yg masik TK, saya mencari infonya di Nissekollen barnehage… Sama mereka saya disuruh untuk ke kantor Trondheim Kommune yg gedungnya pas dibelakang Trondheim Torg (pusat perbelanjaan sejenis Pondok Indah Mal 1–) inget ya PIM 1 lho ya… Bukan PIM 2, hehe)
Di kantor Trondheim kommune saya cuma menunjukkan surat bebas TBC (lagi-lagi surat saktinya dikeluarkan ya sodara-sodara). Untuk barnehage kami masih masuk waiting list, tapi kalo ada tempat yg kosong kami akan dihubungi secepatnya. Setelah menunggu 2 minggu-an datanglah telp yang ditunggu, yusuf bisa masuk sekolah mulai bulan january. Jadi selama bulan november dan desember yusuf masih dirumah aja…

Untuk barnehage alias TK di norway gak gratis… Untuk list biayanya bisa dilihat disini http://www.trondheim.kommune.no/barnehage/pris/
Temen-temen silahkan pilih berapa lama waktu disekolahnya sesuai kebutuhan. Ohya linknya bahasa Norsk…tapi tak perlu khawatir karena ada google translate..(makasih lho ya mbah google)

*catatan: saya daftarin sekolah anak-anak sebelum dapet norwegian ID. Hanya berbekal passport yg udah ada resident permitnya ama surat sakti keterangan bebas TBC, tidak ada birokrasi yg menjelimet, tidak perlu surat pindah sekolah, tidak perlu raport dari sekolah asal, tidak perlu surat mutasi dari diknas, tidak perlu psiko tes, tidak perlu tes pelajaran dan tidak perlu dokumen-dokumen yg menjelimet yg lain.. Lansung merasa takjub ama negara ini… Hihihi….. Semuanya dipermudah sama mereka… Saluuuut….. Kasih 2 jempol ah sama norwegia… Hehehe

5. Ke kantor kependudukan
Setelah kita ngambil passport yg udah ada resident permitnya di kantor polisi, saya dan anak-anak pergi melaporkan diri ke kantor kependudukan untuk nantinya dapetin nomer tanda penduduk

6. Kirim email lapor diri ke KBRI
Jangan lupa untuk lapor diri via email ke KBRI yaaaa, keterangannya dapat dilihat di http://indonesia-oslo.no/pelayanan-wni/

12 thoughts on “Yang harus dilakukan di bulan pertama di Norwegia:

  1. Ega 12 Juli 2013 pukul 12:03 Reply

    Assalamu’alaykum. Mbak Verininta, salam kenal ya sebelumnya. Saya Ega, tertarik banget bisa nerusin kuliah lagi di Norway. Tapi, karena denger2 biaya hidup di sana mahal, makanya agak takut untuk kesana tanpa beasiswa. Tapi, beasiswa pun juga gak gampang kelihatannya. Nah, kira2 kalau orang kayak saya yang dari keluarga pas2an begini mau nekat kuliah di sana, bisa gak ya, mbak? Ada sarankah? Mohon bimbingannya, mbak..

    Btw, saya suka sama tulisannya. Bikin optimis, mbak..🙂

    • verininta 12 Juli 2013 pukul 16:57 Reply

      Waalaikumsalam Ega
      Salam kenal juga.
      Iya nih… Norway terkenal biaya hidupnya mahal…😦, itu fakta yg tak terbantahkan…

      Untuk sekolah disini jika tanpa beasiswa, setelah keterima harus mendepositkan sejumlah uang sekitar 92500Nok (2012/2013), untuk setahun hidup (untuk yg tidak bawa keluarga).
      Uang itu bukan untuk dibayarkan ke sekolah, krn sekolahnya kan gratis ya, tapi untuk biaya hidup satu tahun kedepan. Nah, selama summer disini kamu juga bisa dapet summer job untuk menambah uang.

      Ada juga beberapa teman yang sekolah disini tanpa beasiswa. Mereka biasanya sudah bekerja beberapa tahun sebelumnya (ada yg pengalaman bekerjanya 5-7 tahun), sehingga mereka punya tabungan yg cukup untuk hidup disini tanpa beasiswa.

      Jadi saran saya, tetep coba jalur beasiswa dan sambil bekerja nabung untuk cita2 ega ini. Insya Allah niat baik akan diberikan jalan. Hanya kita belum tau jalan yg mana yg akan ega dapatkan. Apakah jalur beasiswa quota , beasiswa erasmus atau jalur biaya sendiri pake tabungan ega, atau jalur beasiswa dari perusahaan tempat ega bekerja. Tapi selalu yakin bahwa Allah akan selalu memberikan yg terbaik buat kita…

      • Ega 12 Juli 2013 pukul 20:01

        Aamiin, Insya Allah mbak.
        Tapi kira2 kalau mau kerja di sana susah gak ya, mbak? Ega niatnya sih pengen coba cara itu juga. Oia, dari pengalaman mbak sendiri untuk membuat visa ke norway dan persiapan awal di sana butuh biaya berapa besar ya, mbak? Maaf ya, mbak. Ega terlalu banyak tanya.😀

      • verininta 18 Juli 2013 pukul 02:56

        Semoga dilancarkan jalannya ya ega.
        Untuk aplikasi visa selain bayar visa ke kedutaan norwegia (waktu itu krn saya visanya untuk family reunification jd bayarnya 3000NOK, kayaknya kalo visa student lebih murah) , perlu juga pengeluaran buat mengurus legalisasi dan translate dokumen ke bhs inggris, besarnya biaya untuk legalisasi dan translate dokumen saya lupa😦 . Pengeluaran berikutnya adalah beli tiket…🙂, besarnya tergantung maskapai apa yg dipilih… Dan pengeluaran biaya untuk baju hangat (kalo dateng ke norwaynya pas musim gugur/dingin)… Besar biaya untuk persiapan awalnya saya lupa berapa tepatnya…

  2. stellviashop 24 Juli 2013 pukul 05:54 Reply

    Assalamu a’laikum mbak verininta..

    Saya boleh minta infonya g mbak.. Kl di Norwegia itu tahun ajaran barunya di musim apa ya mbak.. Sebelumnya terima kasih utk infonya..🙂

    • verininta 24 Juli 2013 pukul 06:04 Reply

      waalaikumsalam mba…
      tahun ajaran barunya mulai di bulan agustus.

  3. adhot 28 Januari 2014 pukul 18:31 Reply

    Aslmkm mbk, sya jg pnya niat yg sama nih sama ega, makasih sdh d sharing dsni pengalamannya🙂

    • verininta 29 Januari 2014 pukul 12:53 Reply

      Waalaikumsalam
      Hai hai.. Semoga tercapai keinginannya

  4. caren 24 Februari 2014 pukul 12:02 Reply

    Hallo mbak ninta, salam kenal. To the point aja nih, saya mau minta tolong info seputar kuliah S1 di norway, tentang syarat dan perkiraan biayanya. Dan apakah bisa? Soalnya setiap agen pendidikan yang saya tlp, selalu blg tdk melayani pendidikan ke sana. Saya berharap mbak dpt membantu. Balasannya sgt diharapkan segera, terima kasih. And stay beautiful.

    • verininta 28 Februari 2014 pukul 19:36 Reply

      Hai hai caren
      Salam kenal juga, mohon maaf kalo soal info s1, saya gak punya info dan pengalaman sama sekali…😦

  5. Gena 10 Oktober 2014 pukul 14:07 Reply

    Ass. Mbak Verininta, sy & suami jg ada niatan sama seperti Ega, terimakasih banyak sharingnya, tp msh mau tanya beberapa hal:
    1. klo suami & istri dua2nya sama2 mau kuliah S2 di Norway (baik beasiswa ataupun self funding) sementara anak kami (1 anak usia 4thn) kira2 ada tempat penitipan anak atau gmn ya mbak? (Sepulang sekolah anak dgn siapa sementara ibu/bpknya msh kuliah?)
    2. Jd sekolah yg gratis itu hanya utk SD keatas ya mbak? Klo utk TK (usia 4thn) bs di share perkiraan biayanya mbak? (Klo self funding)
    3. Klo dpt beasiswa apakah sdh termasuk dgn biaya sekolah anak, dokter anak dll?
    Terimakasih banyak seblmnya mbak, salam kenal jg :))

    • verininta 10 Oktober 2014 pukul 20:41 Reply

      waalaikumsalam mba gena…untuk jawabannya nanti saya langsung kirim ke emailnya mba gena aja ya.. salam kenal juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: