The Journey to Trondheim… (part 1)

Melalui Blog ini, saya ingin berbagi sedikit pengalaman buat temen-temen yang akan menyusul suaminya ke negeri seberang. Tulisan dibawah berdasarkan pengalaman saya membawa kedua anak saya menempuh perjalanan panjang dari Indonesia ke Trondheim, Norwegia. Perjalanannya sendiri menempuh waktu lebih dari 20 jam. Pesawat berangkat dari Jakarta menuju Amsterdam jam 19.25, transit sebentar selama 30 menit di Kuala Lumpur (tapi gak ganti pesawat, cuma ngambil penumpang yang dari KL mau ke Amsterdam), kemudian sampai di Amsterdam jam 05.50 hari berikutnya. Transit di airport Schiphol Amsterdam selama 3jam dan dengan pesawat berbeda akhirnya sampai di Trondheim pada jam 11.40. (Alhamdulillah….)

Idealnya memang suami menjemput istri dan anak-anak di indonesia, tapi jika seandainya keadaan tidak memungkinkan untuk suami jemput, tidak ada yang perlu ditakutkan jika pergi hanya dengan anak-anak. Dan berdasarkan pengalaman nih ya, perjalanan dengan membawa dua anak (usia 6 tahun dan 4 tahun) tidak seribet dan serepot yang dibayangkan orang. Yang penting kita tau apa yang harus disiapkan agar perjalanan nyaman.

Beberapa temen paling gak berani pergi naik pesawat tanpa suami dengan alasan nanti repot dengan anak-anak…gimana kalo mereka rewel…….

Berikut adalah hal-hal yang sering membuat anak rewel saat diperjalanan

1. Telinga sakit saat pesawat naik dan turun

Terus terang saya paling gemes kalo denger anak orang lain yang jerit-jerit, teriak-teriak dan nangis-nangis saat pesawat take off dan landing….pengen bilang ke orang tuanya…woiii itu anaknya telinganya sakit wooiiii…….jadi jangan dimarahin anaknya doooong……

Supaya anak-anak nyaman saat take off dan landing..sebenernya simpel banget , cukup beri mereka permen, coklat, ASI (kalo anaknya masih bayi), atau suruh aja mengisap jempol tangannya untuk sementara jika kita lupa bawa makanan. Yang dibutuhkan sebenernya hanya gerakan menelan agar tekanan pada telinga tengah sama dengan tekanan udara di dalam pesawat. Jadi, gak ada gunanya ngomel-ngomel ke anak kita..soalnya gak akan menyelesaikan masalah. Jika telinga udah gak sakit, pasti rewelnya juga ilang kok.

2. Lapar dan Haus

Namanya juga anak-anak yang lagi masa pertumbuhan, diluar jam makan mereka sering kali lapar, jadi….Bawalah cemilan di tas anda. Bisa berupa kue marie, cereal, atau makanan lain favorit anak kita. Makanan kecil ini lumayan untuk menganjal perut anak-anak terutama saat nunggu pramugari membagikan makanan.

Pada penerbangan internasional, kita memang tidak diijinkan bawa minuman tapi dipesawat kita selalu bisa minta air minum ke pramugari dan pramugaranya.

3. Pengen Pipis

Supaya mereka tidak menahan pipis selama pesawat take off yang pastinya akan berakibat rewel serta kitanya deg-degan karena takutnya mereka ngompol, ada baiknya 30 menit sebelum jam boarding, anak-anak kita bawa dan pipiskan di toilet terdekat. Walaupun mereka bilang lagi gak mau pipis pun, tetep aja dibawa ke toilet. Jadi kita pastikan bahwa kandung kemihnya dalam kondisi gak penuh saat kita boarding pesawat.

4. Bosan

Dalam setiap perjalanan, pasti ada yang namanya “menunggu”, menunggu untuk cek-in, menunggu untuk boarding, menunggu pesawatnya nyampe, menunggu saat transit, dst. Dan beberapa anak tidak mampu untuk menghibur dirinya sendiri, untuk itu kitalah yang berkewajiban menyiapkan aneka aktivitas dan hiburan supaya mereka gak bosan. Bawalah mainan kesayangan mereka, bisa boneka, mobil-mobilan, buku cerita, activity book beserta crayon atau spidol. Memang jadinya tas backpack kita jadi berat, tapi menurut saya sih itu udah resiko kalo bawa anak-anak, daripada mereka bosen malah pada bete. Terus gimana kalo mereka udah saking bosennya gak mau mainin semua mainan yang udah kita bawa …halaaah ..itu mah gampang ….ceritain aja dongeng…atau ajakin mereka untuk ngobrol, bernyanyi atau tebak-tebakan atau bermain peran…pasti pada gak bosen lagi.

Ohya…pesawat jakarta-amsterdam biasanya ada TVnya, jadi itu sangat membantu sekali untuk mengurangi kebosanan selama di dalam pesawat.

makan sambil nonton kungfu panda 2, ben 10, Rio, dan Cars 2 di pesawat dari Jakarta ke Amsterdam....gak sempet bosen deeeh...

Alhamdulillah sampai di Schiphol Amsterdam...yuk kita nunggu pesawat sambil makan coklat dan main tebak gambar kartu....

5. Ngantuk

Nah ini obatnya cuma tidur. Namanya juga anak-anak, mau dimanapun dan kapanpun kalo ngantuk…ya pasti tidur…..jadi jangan dilarang-larang…

Entar aja tidurnya di pesawat atau anaknya dipaksa bangun pas ngantuk….ya iyalah pada rewel jadinya….

bobo di airport balikpapan....namanya juga anak-anak..kalo ngantuk mah tidur aja...hehehe

tidur di pesawat dari Amsterdam menuju ke Trondheim....

6. Kedinginan

Nah udah tau dipesawat dingin…ya anaknya jangan di pakein tank top, celana pendek atau sendal dong *tepok jidat….pasti kedinginan terus rewel deh anaknya…. pakailah sepatu dan baju yang cukup hangat, atau setidaknya kita udah menyiapkan sweater dan pasmina di dalam ransel kita.

Sedikit saran dari saya, bawalah tas ransel! Simpen dulu deh handbag yang cewek banget. Soalnya gak akan mampu menampung aneka perbekalan selama perjalanan. Udah bukan saatnya gaya…lebih pikirkan fungsi ajah…yang penting anak kita senang dan kita bisa menikmati perjalanan dengan nyaman.

Bersambung…….

Tagged: , , , ,

2 thoughts on “The Journey to Trondheim… (part 1)

  1. Vira Arman 4 Januari 2012 pukul 07:39 Reply

    yusuf serius bangeeet nonton cars 2 hehehe..
    foto pas tidurnya lucu deh mba´..gaya-nya kok bisa sama 😀

    • verininta 5 Januari 2012 pukul 03:18 Reply

      Ya itu… Aku juga bingung dek…. Bisa2 nya kompak gaya tidurnya… Untungnya pas bawa kamera…. Bisa mengabadikan pose tidur kompaknya… Hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: