Say Yes to Pernikahan Monogami….

Saya adalah pendukung monogami dan dari dulu paling gak setuju dengan yang namanya poligami di masa sekarang ini. Itu mah hanya untuk orang-orang yang berpikiran pendek. ini menurut saya lho yaaaa….berhubung ini blog saya, gak boleh ada yang protes ya…hehehe.

Saya gak perlulah pake dalil dalil dari kitab suci….ini dari sisi otak dan hati nurani ya….
Menurut saya pelaku poligami berpikiran pendek karena pelaku poligami sering kali cuma mikir…ah dibolehin agama kok, ah…halal kok…dari pada jajan a.k.a berzina….yang penting gue seneng deh…lagian gue bisa adil kok…nyante aja…lagian kalo istri tua gue ikhlas ini biar dia masuk surga juga….tuh…apa gak kurang pendek tuh pikirannya….

Saya cuma pengen kita semua memikirkan apakah para pelaku poligami pernah terpikir dan bertanya pada hati nuraninya masing-masing bahwa :

1.Rela gak sih kalo ayah kita mempoligami ibu kandung yang sudah melahirkan kita dan merawat, mendidik dan menyayangi kita. Rela gak sih ngeliat ibu kita sedih karena harus berbagi suami atau ketika ibu kita gak berdaya karena sebagai ibu rumah tangga biasa gak punya penghasilan jadi biarpun sakit hati setengah mati, tetep aja tidak berani menceraikan si ayah kurang asem itu gara-gara takut anak-anaknya hidup miskin. Aduhhhh…kebayang dong…rasanya pengen ngebakar rumah ayah dan istri barunya….#sambil ngasah golok…hehehe

2.Pastinya gak pernah kepikiran pengen buat anaknya bangga. Emangnya ada anaknya dengan bangganya bilang…’gue bangga banget ama ayah gue yang poligami kemudian menceraikan ibu gue yang udah memberikannya 7 anak….’ . Please doonggg..hari gini gitu…
Saya yakin anaknya pak Habibie pasti bangga punya ayah yang sudah berjasa di bidang teknologi penerbangan dunia, telah bermanfaat bagi orang banyak dan pastinya setia menemani bu ainun…..duh…romantisnyaaa….hehhee….
Saya juga yakin anak-anaknya pak Amien Rais pasti bangga memiliki seorang ayah yang jujur,berjiwa besar, berani melawan kezaliman,menginspirasi indonesia untuk mereformasi demokrasi serta setia dengan 1 istri di kala susah maupun senang…..

3.Pastinya gak kepikiran deh kalo orang yang poligami itu rela gak sih kalo anak perempuannya di madu…..

4.Pasti gak kepikiran juga kalo yang namanya poligami itu pasti menyakiti hati orang, tapi yang belum pasti itu memperoleh kebahagiaan….

5.Cuma mikir yang namanya keadilan itu dari sisi materi…padahal mana ada sih manusia yang bisa adil seadil-adilnya dari sisi hati, pikiran dan waktu….

6.Cuma mikir dari pada jajan a.K.a berzina….buset….mendingan gak usah poligami dan gak usah berzina juga…kayak gitu aja kok repot….itu mah cuma nyari2 pembenaran aja….

7.Namanya ibadah….sunnah rasul….yee…dipikirnya sunnah Rasul cuma itu doang apa…masih buaaaanyaaakkk sunnah Rasul yang bisa dilakukan dan pastinya gak bikin orang sakit hati….masih banyak jalan masuk surga…gak perlu pake yang ini deh…hidup cuma sekali…sekali-kalinya hidup cuma nyakitin anak istri doang….males deh….

8.Takabur….dipikirnya dia bakal kuat seumur hidup, padahal entar kalo udah tua gak bakalan deh anak-anaknya mau ngerawat dan memelihara….orang pas anak-anaknya masih kecil kerjaannya nyakitin ibunya kok….terus gak sempet kali memperhatikan anak-anaknya satu persatu….

Pada akhirnya…saya cuma ingin bilang…bahwa saya bangga dengan seluruh laki-laki setia dan yang lebih memilih monogami….Saya bangga pada Almarhum Kakek saya yang telah membahagiakan nenek saya dan setia dikala susah maupun senang, miskin maupun setelah kaya. Saya bangga pada Ayah saya yang di usia 55 ini masih romantis dan harmonis dengan ibu saya serta tetap setia dengan ajarannya ‘Jika menyakiti hati istri nanti anak saya pasti disakiti oleh suaminya…..amit-amit’ hehehe….Dan saya bangga pada suami saya tercinta yang sudah mengenal saya selama 11 tahun dan menikah dengan saya selama 7 tahun…semoga terus memegang teguh prinsip monogaminya (‘halah yaaaang….satu aja gak habis-habis kok….hehehhe) ….amin…..

-buah pikiran ketika merenung sambil menemani suami nonton MU vs WEST HAM-

Tagged: , , , ,

16 thoughts on “Say Yes to Pernikahan Monogami….

  1. Vira Arman 4 April 2011 pukul 01:13 Reply

    definitely yes! :DD
    aaah mba’ asik banget nonton MU aku lupa tuuh..padahal katanya seru bangeeeet!😥

  2. verininta 4 April 2011 pukul 01:16 Reply

    hehehe…siplah….seru banget dek MUnya….padahal MUnya udah sempet ketinggalan 2-0..terus bisa mengejar sampai west hamnya kalah….bener2 bermental juara deh…..

  3. Rindom 4 April 2011 pukul 03:07 Reply

    Kalo nabi dulu poligami wajar…
    Itu kan yg di nikahi nabi istriny korban perang jihad… Hari gini ya dunia dah hampir aman, kendati tidak demikian…😀

    • verininta 4 April 2011 pukul 03:11 Reply

      hehehe,….ya gitu deh rindom…..sekarang yang dinikahi bukan istrinya korban perang jihad….hehehe

  4. Rindom 4 April 2011 pukul 06:14 Reply

    Iy mbk hari gini istri 2 si istri pertama jd korban Perasaan

  5. setitik 20 Mei 2011 pukul 22:43 Reply

    anda boleh saja tidak setuju pada poligami, tapi kesannya tuisan anda seolah2 poligami itu tidak boleh dilakukan. Syari’at agama membolehkannya, jadi janganlah membuat kesannya menjadi buruk. Bila ada yang tidak baik maka itu adalah pada pelakunya bukan pada ajarannya.

    • verininta 24 Mei 2011 pukul 07:42 Reply

      dear setitik,
      terima kasih sudah membaca blog saya dan memberikan comment. Yang saya tulis disini adalah pendapat saya pribadi, saya tidak pernah meminta yang membaca menyetujui pendapat atau tidak. Setiap orang memiliki berbagai opini dan kesan mengenai masalah ini dan terlepas dari boleh tidaknya oleh syariah, saya tetap pada pendirian saya yang tidak mau dipoligami dan tidak setuju dengan poligami. Dan saya akan tetap menulis apapun yang saya yakini. Anda tidak bisa memaksa orang lain untuk berpendapat sama dengan anda, begitu pula dengan saya. Saya menghargai pendapat anda, dan alangkah baiknya jika pendapat anda sendiri dituangkan dalam bentuk tulisan di blog anda sendiri….mungkin bisa berisi manfaatnya poligami bagi istri dan anak2…ataupun kesan2 baik yang ada pada poligami. Hal ini bisa menjadi wawasan juga untuk saya dan orang2 yang memilih monogami.

      • k1r4k1sh0u 20 Maret 2012 pukul 15:47

        Sekarang saya mau tanya. Pilih pasangan anda berselingkuh atau poligami?

      • verininta 20 Maret 2012 pukul 15:59

        Oo pertanyaan yg mudah…. Saya memilih yg tidak pernah selingkuh dan yang tidak poligami…. Saya yakin di dunia ini ada….

  6. k1r4k1sh0u 20 Maret 2012 pukul 15:46 Reply

    Kenapa orang lebih mudah memaafkan pelaku monogami yang berzina daripada pelaku poligami, padahal dosa zina lebih besar dari poligami?

    • verininta 20 Maret 2012 pukul 15:57 Reply

      Wah sapa tuh ya yg memaafkan? Bukan saya ya…. Saya tidak setuju dengan yg monogami dan berzina

      • annisa 9 Juni 2013 pukul 23:47

        Lg blogwalking nemu ini…Wuiiih setuju bgt ;)…suka sm yg bagian,hidup cmn skali knp dipake bwt nyakitin anak istri….byk ladang amal yg dicontohin oleh nabi,knp hrs sll garap ladang poligami ya bwt jaminan surga🙂

      • verininta 10 Juni 2013 pukul 00:02

        Hehehe terima kasih udah mampir ya mba…🙂

  7. Yudhistira Ardy Pratama Putra 29 Juli 2013 pukul 10:22 Reply

    Masalah yang gak akan pernah selasai dibahas😀

    tapi kalo menurut pribadi saya, secara syar’i…saya menerima hukum itu…..tapi…….(masih ada tapinya loh).
    HARUS DI INGAT!! HUKUMNYA BUKAN SUNNAH, TAPI DIPERBOLEHKAN….

    dengan syarat : MAMPU BERBUAT ADIL!

    nah…yaa ikhwaanii….dimanapun kalian berada, coba tanyakan dulu dalam diri kita, cobalah jujur pada diri sendiri. Mampukah kita untuk berbuat adil? Seperti yang dilakukan oleh Rasul?
    Rasul menikahi para janda korban perang, janda miskin, dan tua serta dalam rangka misi agama.
    Apa alasan kita saat ini? Siapa yang akan kalian ambil menjadi istri kedua, ketiga, keempat? Apa kalian mampu berbuat adil?

    Yaa Ikhwaanii….jika saja kalian sudah memiliki atau merasa memiliki tingkat ketakwaan dan keimanan setaraf dengan Rasul, atau minimal setingkat dengan para Shohabat dan Thabi’in, maka monggo….do it.
    Tapi jika belum. Baca lagi lebih teliti An-Nisa :3 tersebut!
    Miris…karena banyak orang “pintar” yang hanya mengambil sepenggal dari ayat tersebut.
    dan hanya membaca yang ini ” فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ ”

    “maka nikahilah wanita-wanita yang kamu senangi: dua, tiga atau empat.”

    yaa ikhwaanii…bacalah yang lengkap ayatnya. Jangan dipotong.! Ayat tersebut masih koma, dan sebelum kata فَانكِحُواْ masih ada ayat lagi ..

    وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِي الْيَتَامَى فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ

    “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (An Nisaa:3)

    1. Jika ingin berpoligami, nikahilah para janda miskin yang sudah tua itu, atau wanita yatim piatu yang tidak mampu menghidupi dirinya sendiri.

    2. jika tidak bisa melakukan hal tersebut karena takut tidak bisa adil bagi isteri pertama dan kedua dst (karena memandang strata sosial) maka menikahlah dengan wanita lain yg kalian senangi, 2, 3, atau 4. Ini belum TITIK, masih KOMA

    3. jika syarat yang pertama saja sudah tidak bisa adil, apa akan menjamin syarat yang kedua akan adil?

    4. “jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja”.

    5. “atau budak-budak yang kamu miliki”. kalimat yang ini juga tidak bisa dijadikan hujjah untuk “menikahi” pembantu rumah tangga. Karena pembantu BUKAN budak, dan Rasul juga sudah menghapuskan perbudakan.

    6. “Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” Jadikan kalimat yang terakhir ini pegangan kalian!! Jika kalian selalu berkata bahwa HUKUM ALLAH adalah HUKUM PALING TINGGI dan ALLAH LEBIH TAHU HAMBANYA.
    Allah Tahu bahwa menikahi seorang saja wanita itu lebih baik daripada berpoligami. Karena memang dalam berpoligami untuk JAMAN sekarang lebih banyak yang terjadi sudah salah dari niat awalnya, dan akhirnya perbuatan-perbuatan aniaya banyak terjadi pula. Walaupun memang tidak bisa dipungkiri ada sedikit yang berhasil dalam berpoligami.

    Semua kembali kepada HATI KITA PARA LELAKI yaa ikhwaanii..
    Apa IMAN kita sudah setingkat para RASUL dan Shahabat serta Thobi’in?
    atau iman kita masih kadang-kadang bergantian dikendalikan oleh nafsu?

    Wallaahu a’lam bis showaab

    • verininta 29 Juli 2013 pukul 11:00 Reply

      Terima kasih yudist atas pencerahannya 👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: