Les Sempoa

Tanggapan orang terhadap keberhasilan orang lain itu berbeda-beda. Sebagai contoh nih….saat anak saya juara 2 sempoa sekaltim…Ada yang mensupport, ada yang memuji, ada yang menanyakan tips-tipsnya…. tapi ada yang gak bilang selamat sama sekali, yang ada malah bilang wah…anak saya tuh gara2 sempoa jadi nilai matematikanya jelek…karena bingung pas ngerjain matematikanya.

Terus terang saya sih tidak akan menyalahkan metodenya….itu kembali kepada kemampuan masing-masing anak. Mungkin si anak yang matematikanya jeblok memang di sempoanya juga gak perform. Sempoanya gak jago juga…cuma sebatas les…dan gak terlalu mudeng juga…yahhh…itu mah nasib…gimana lagi….dengan mengikuti leskan gak otomatis seorang anak jadi jago matematika. Saya percaya untuk berhasil tetep butuh ketekunan dan kerja keras.

Dari yang saya lihat sih sempoa mengajarkan ketekunan, keseriusan, fokus dalam belajar, kerja keras dan tidak mudah menyerah . Semenjak ikut sempoa anak saya malah lebih konsen ngikutin les pianonya….jadi lebih tekun…hehhee….entah ada hubungannya atau tidak lho ya….

Kembali ke masalah sempoa, beberapa orang tua yang anaknya lebih tua dari anak saya, dan sempoanya jago banget…mereka gak pernah ngeluh kalo anaknya kesulitan matematika tuh, malah selain sempoa, pas SMA mereka pada ikutan olimpiade matematika….berarti saling mendukung dong kemampuannya…..pada prinsipnya saya selalu percaya, ilmu apapun akan berguna jika kita serius mempelajarinya….apapun metodenya…mau itu sempoa, metode kumon, jarimatika, dan lainnya…..itu kembali kepada anak kita masing-masing cocoknya metode apa, kebetulan anak saya cocok banget sama sempoa, tapi buat yang gak cocok, bukan berarti harus menghakimi metodenyakan ya?
Cari aja les lain yang cocok dengan anaknya sendiri dan gak usah merendahkan apa yang telah orang lain capai dengan kemampuannya…..

-hanya sebuah opini dari seorang ibu-

Tagged: , , , , ,

2 thoughts on “Les Sempoa

  1. Rindom 17 Maret 2011 pukul 15:38 Reply

    Heheee
    klo saya cuma bisa berhitung mbk
    1 minggu belajar agama 90 menit = 1,5 jam
    1 bulan = 6 jam
    1 tahun = 72 jam
    12 tahun = 864 jam
    Dan klo di bagi ke hari belajar agama cuma 36 hari dengan usia kisaran 17 tahun sampe 18 tahun bayangin mbk hidup 18 tahun belajar agamany cuma 1 bulan 1 minggu… Jadi mbk harus jd guru privat les agamany naira donk biar menyempurnakan dan menyeimbangkan IQ dgn SQ & EQ…

    Selama 5 tahun saya kerja saya liat kecerdasan IQ terpakai cuma 15 – 20 % selebihnya kecerdasan SQ & EQ yg utama mbk… Heheee😀

    • verininta 17 Maret 2011 pukul 23:35 Reply

      setuju banget rindom..itu juga mengapa saya masukin naira ke taman pendidikan al_quran di masjid …4 hari seminggu….itu artinya 90 menit x 4 pertemuan perminggu..belum termasuk pelajaran agama disekolah lho ya…hehehe..semoga bermanfaat ya..dan bisa menyeimbangkan IQ, SQ dan EQnya……terima kasih atas comment nya rindom……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: