Pendek Mungil

Dari kecil mama saya selalu menyuruh untuk makan yang banyak, selalu bobo siang, saya di masukin ke club renang segala, dipaksa untuk les basket dan segudang usaha lainnya hanya karena tidak mau saya menjadi seseorang yang pendek. Hasilnya….ternyata setelah masa pertumbuhan saya lewat saya tetep jadi orang yang tidak tinggi, hihihi…abis gimana lagi…orang mama saya juga gak tinggi kok, kok malah berharap anaknya jadi tinggi…lucukan? Padahal bukannya buah tak jatuh jauh dari pohonnya ya….

Anyway busway…..tulisan ini saya buat karena menurut saya yang namanya pendek itu bukanlah handicap atau cacat….what’s wrong if your not tall? Masih banyak pekerjaan di dunia ini yang tidak dinilai berdasarkan tinggi badan. Okelah…kita (orang-orang pendek), mungkin tak bisa jadi model,pramugari, pilot, angkatan bersenjata, polisi, pemain basket, so what? Emangnya semua orang harus punya profesi itu?….masih banyak profesi yang lain kayak dokter, dentist, engineer, wartawan, menteri, presiden,hehhehe. Lagian kalo pendek tuh kita keliatan imut gitu lho (menghibur diri sebenernya) ;P, dan tentunya awet muda (awet kecil lebih tepatnya).

Oleh karena itu saya sekarang gak maksa anak saya supaya tinggi kayak Michael Jordan sampai harus beli alat di DR TV segala, minum vitamin penambah tinggi badan, latihan berbagai macam olahraga…ogah lah yau….kalau ternyata mereka bisa lebih dari 170cm…ya alhamdulillah…kalo pun ternyata mungil seperti saya dan suami …ya alhamdulillah juga dong…kan jadi imut terus…hehehe….

Toh untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi dunia kan gak harus tinggi….pak habibie idola saya juga gak tinggi kan…yang harus tinggi itu adalah cita-cita, semangat dan kerja keras….

Jadi buat temen-temen yang mungil kayak saya…jangan berkecil hati. Kita tetep bisa jadi orang yang besar kok melalui apa yang kita kerjakan…..

ini foto saya saya berusia 4 tahun.. mungilkan? paling susah disuruh minum susu. Emang gak doyan..tapi mama tetep maksa dengan alasan biar tinggi...

Tagged: ,

4 thoughts on “Pendek Mungil

  1. Vira Arman 12 Februari 2011 pukul 04:03 Reply

    setuju banget sama cita-cita, semangat yang harusnya tinggi!😀 kalo kata Mama mba’… kalo anaknya bisa lebih tinggi dari mama-nya berarti ada perbaikan gizi yang signifikan😛 ehehehe

    • verininta 13 Februari 2011 pukul 00:58 Reply

      hehehe…sayangnya untuk diriku ternyata genetik lebih dominan dibanding gizinya..hehehe….:)

  2. Rindom 27 Februari 2011 pukul 00:21 Reply

    saya gk suka minum susu, gak pernah maen basket, dan gak bisa berenang punya tinggi 180 mbk…
    Nah saya baca tulisan yang di atas mbk kan les renang seharusny bisa memiliki tinggi badan ideal.. Renang kan membuat seluruh anggota tubuh bergerak salah kaprah jika basket bisa bikin badan jd tinggi… Heheee😀

    • verininta 27 Februari 2011 pukul 01:01 Reply

      nah itu dia rindom…cuma berhubung les renangnya cuma tiga tahun aja..ketika saya usia 5 ampe 8 tahun sepertinya tidak berefek meninggikan (atau efeknya gak banyak buat tinggi badan saya)..hehehe…mungkin seharusnya kegiatan renangnya dilakukan ketika kita lagi mengalami puncak masa pertumbuhan..kalo untuk wanita beberapa literatur menyebutkan antara 11,5-14 tahun..ketika smp atau sma…nah usia segitu kebetulan saya udah gak les berenang lagi……
      kalo soal yang basket (yang katanya bisa bikin tinggi)…itu kata ibu saya..gak tau tuh gosip dari mana..hehehe…mungkin aja ibu saya melihat para pemain NBA yang tinggi-tinggi dan berkesimpulan tingginya mereka krn main basket..wkwkwkwk
      terima kasih udah comment ya….salam kenal…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: