copycat

Siapa sih yang tidak pernah dengar peribahasa “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, yang jika boleh diterjemahkan secara ekstrim kurang lebih sama dengan “si anak adalah copycat orang tuanya”. Itulah yang terjadi dengan buah hati saya, Naira, yang saat itu berusia 2,5 tahun. Dia benar-benar copycat ibunya. Ya iyalah..selama seharian penuh, 24 jam dan tujuh hari dalam seminggu dia bermain, mandi, makan dan tidur dengan saya. Apalagi sejak tidak ada babysitter, jadi sayalah contoh dominan untuk anak saya. Kalau saja saya bisa membaca pikirannya, jangan-jangan dia akan berpikir yah…4L alias loe lagi..loe lagi ketika melihat saya. Hehehe….
Nah kembali ke masalah copycat, ada saja kelakuan saya yang ditirunya. Mulai dari gaya saya ketika ber-sms, kebiasaan saya yang menggunakan cream malam sebelum tidur, cara saya menggendong bayi hingga gaya saya berbicara. Sampai saya sering geli sendiri melihat kelakuannya.

***
Suatu malam, sang ayah yang punya kegemaran menonton pertandingan sepak bola di televisi, sedang ,menonton klub kesayangannya bertanding. Mungkin saking semangatnya hingga lupa diri dan berteriak dengan kencang “ GOOOOLLL!!!” ketika sang pemain pujaan, Cristiano Ronaldo mencetak gol. Padahal saat itu saya di kamar sedang menidurkan si kecil Yusuf yang baru berusia 3 bulan. Tiba-tiba si kakak yang saat itu sedang menemani ayahnya berkata sambil menekan jari telunjuknya ke bibir ayahnya “Sssttt…..jangan ribut sayang …. dedek lagi bobo” Ayahnya cuma bisa melongo takjub melihat kelakuan anaknya yang memanggilnya dengan kata “sayang”. Belum sembuh dari ketakjubannya, Naira berkata lagi” Pelan-pelan ya sayang…” sambil tersenyum manis. Kemudian dia melanjutkan lagi menonton televisi dengan memasang tampang serius, seperti gaya ayahnya ketika menonton pertandingan sepak bola.
Waduh.. ternyata saya dan suami harus ekstra hati-hati untuk bersikap nih….karena sekecil apapun yang kami katakan dan lakukan pasti akan langsung ditiru oleh Naira. Untunglah selama ini kami tidak pernah memukul, mencubit atau melakukan tindakan kekerasan lainnya pada anak kami. Kalau kami sampai berbuat seperti itu, jangan-jangan dia nantinya akan memperlakukan adiknya atau teman-temannya dengan kekerasan.. hiiyy… jangan sampai deh…
Sejak lahirnya Yusuf, mau tak mau perhatian saya tidak hanya untuk Naira. Sempat khawatir si kakak jadi manja dan cemburu ketika si adik lahir. Tapi ternyata walaupun sekarang Naira harus berbagi perhatian saya dengan Yusuf, Alhamdulillah dia tidak pernah merasa cemburu. Justru dia yang paling semangat terlibat dalam mengurus adiknya seperti mengambilkan pampers, memilihkan baju hingga mengajaknya bicara. Karena adiknya masih kecil, paling-paling reaksi adiknya hanya berupa senyuman, suara “ouhm…ouhm..” dan tangisan jika sudah bosan diajak main kakaknya. Kalau adiknya menangis…langsung saja Naira berkata “Sssttt…..jangan ribut sayang ….Dedek lagi bobo” lho??

sekarang naira sudah 5 tahun, dan yusuf 3 tahun.....

Tagged: , , ,

4 thoughts on “copycat

  1. Vira Arman 27 Januari 2011 pukul 08:39 Reply

    hhihihi lucu-nya mbaaa’…😀
    theme wordpress-nya bagus deh mba’… kalem.. hehhe

    • verininta 28 Januari 2011 pukul 00:51 Reply

      hehehe..terima kasih ya dek…

  2. Rindom 27 Februari 2011 pukul 13:07 Reply

    Suaminy mbk fans Manchester United y…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: